RUANG LINGKUP DAN OBJEK KAJIAN KAMUS DALAM KULIAH DOSEN TAMU SERI PERTAMA

Prodi PBA S3 FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Kuliah Dosen Tamu Series Virtual yang diselenggarakan mulai 25 Oktober 2021 sampai 29 November 2021. Kegiatan tersebut terdiri atas enam seri dengan didasarkan pada jumlah mata kuliah mahasiswa Prodi PBA S3 yang dipelajari selama Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022. Salah satu tujuannya adalah untuk memberikan wawasan internasional kepada mahasiswa terkait hal-hal yang berkaitan dengan mata kuliah yang tidak didapatkan dari dosen pengampu di dalam kelas. Ya, dosen tamu untuk setiap perkuliahan adalah dosen luar negeri ataupun dosen dalam negeri yang berkualitas internasional. Tujuan lainnya adalah sebagai upaya dari Prodi PBA S3 untuk memberikan kontribusi yang nyata bagi bangsa. Pasalnya, Kuliah Dosen Tamu ini terbuka untuk umum dan gratis.

Kuliah Dosen Tamu Seri Pertama digelar pada Senin, 25 Oktober 2021 secara virtual melalui zoom meeting mulai pukul 13.00 sampai dengan 15.00. Adapun yang menjadi narasumber atau dosen tamu dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Tamer Sa’ad Ibrahim Khedr, dosen Qanaat Suez University. Pemilihan beliau sebagai dosen tamu atas rekomendasi darI Prof. Dr. H. Syamsul Hadi, SU, MA., selaku dosen pengampu dalam mata kuliah tersebut atas kepakarannya di bidang tersebut.

Tamer Sa’ad Ibrahim Khedr memulai paparannya dengan membahas ruang lingkup kamus berdasarkan objek kajiannya. Ada kamus dwi bahasa atau multi bahasa yang di dalamnya memuat berbagai macam bahasa kedua sesuai dengan yang dibutuhkan oleh kamus tersebut dengan mempertimbangkan negara-negara di Asia dan negara Blok Timur Islam yang baru merdeka. Kamus tersebut digunakan untuk memahami bahasa tertentu ataupun sekedar penggunaan praktis. Selain itu, ada juga kamus eka bahasa yang di dalamnya hanya memuat satu bahasa. Kamus tersebut sangat berguna untuk memilih kata yang sesuai, menemukan contoh, tema, dan ungkapan kontekstual dengan tetap memberikan penjelasan dengan jumlah kata yang terbatas. Selain itu, ada juga kamus homonim, antonim, derivatif, ungkapan-ungkapan kontekstual, dan kamus kata kerja transitif dan intransitif.

Kehadiran kamus juga sangat mendukung untuk studi kontrastif antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Kamus yang berbau kontrastif tersebut, misal kamus yang memuat kumpulan kata peradaban antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia, berbagai ungkapan kontekstual antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia, dan kesulitan dalam menerjemah antara ahasa Arab dan bahasa Indonesia, baik itu secara terminologi, model, dan lain sebagainya.

Kamus ensiklopedia adalah jenis kamus lainnya yang bisa dijumpai dan dipelajari, misalnya kamus ensiklopedia Alquran yang di dalamnya memuat penjelasan tematik dan bidang semantik dalam Alquran, penjelasanan sinonim, antonim, bentuk morfem derivatif, penjelasan kata tunggal dan jamak, dan lain sebagainya yang semuanya berkaitan dengan Alquran. Selain into, masijh ada kamus yang memuat klasifikasi kata dan kamus komtemporer yang semuanya jika dipelajari sangat bermanfaat bagi pembelajar bahasa Arab non Arab.