Saresehan Roadmap penelitian dan PkM bersama Dewan Pertimbangan Akademik
Saresehan Roadmap Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Prodi PBA S3 diselenggarakan secara luring di Ruang 101 Kampus Magister dan Doktor FITK di Sambilegi dengan menggandeng Dewan Pertimbangan Akademik pada Jumat, 18 November 2022.
Kegiatan yang diselenggarakan pada pukul 13.00 sd 15.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Dr. R. Umi Baroroh selaku Kaprodi PBA S3. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan dilatarbelakangi oleh beberapa hal. Salah satunya adalah undangan dari LPPM untuk penyusunan Roadmap penelitian dan PkM tanggal 21 November 2022 sd 23 November 2022 yang akan diselenggarakan di kaliurang. Untuk itu Prodi berusaha semaksimal mungkin mempersiapkan bekal yang terbaik untuk mematangkan kedua roadmap tersebut sebagai pedoman bagi mahasiswa dan dosen Prodi PBA S3 dalam melakukan penelitian dan PkM.
Ada 19 tema yang tertera dalam roadmap penelitian yang disusun oleh kaprodi yang dikerucutkan menjadi 4 tema besar yang meliputi: linguistic terapan, pembelajaran bahasa, problematika Alquran dan hadits, dan lingkungan belajar bahasa Arab. Dilaporkan juga berbagai tema disertasi yang telah diajukan oleh 8 mahasiswa yangs etelah ditelisik tidak keluar dari draft roadmap penelitian yang masih dalam proses penyusunan tersebut.
Sebagaimana halnya penelitian, pengabdian kepada masyarakat yang merupakan salah satu dari poin tri dharma perguruan tinggi merupakan roadmap yang sedang dalam proses pematangan, salah satunya digodok lewat saran dan masukan dari Dewan pertimbaangan Akademik. Prodi berharap dapat menyusun Roadmap PkM yang terintegrasi dengan penelitian dan pembelajaran. Amanah pendirian prodi harus selalu dipegang dengan penuh tanggung jawab sehingga dapat terus memberikan manfaat untuk bangsa dan dunia.
Prof. Dr. Ibnu Burdah, S.Ag., M.A menjadi anggota Dewan Pertimbangan Akademik yang pertama yang menyampaikan masukannya. Beliau memaparkan bahwa roadmap penelitian harus disusun fleksibel agar tidak rigid dan tidak memberatkan mahasiswa dan dosen. Tema tidak perlu dibatasi untuk setiap tahunnya yang penting mahasiswa dan dosen menghadirkan karya penelitian dengan kaya novelty dan kebaruan. Peneliti dengan tetap menjadikan Pendidikan Bahasa Arab sebagai bodynya dapat melakukan bidikan dari berbagai perspektif. Peneliti dapat melakukan penelitian dari berbagai sudut pandang, selama itu berkaitan dengan Pendidikan bahasa Arab. Pasalnya kebaruan biasanya hadir dari sesuatu yang “semrawut” yang mungkin peneliti lain tidak tertarik untuk menyentuhnya. Roadmap yang dibuat secara rigid dikhawatirkan akan terjebak pada monodisiplin, alih-alih transdisipliner dan interdisipliner. Fakta-fakta tentang Pendidikan bahasa Arab tidak selalu harus dijelaskan dengan faktor-faktor kependidikan bahasa Arab. Peneliti diberikan kebebasan untuk membidik bidang studinya dari banyak faktor dan ruang tersebut jangan sampai mati. Kerapian dalam menutup inovasi akan membahayakan prodi untuk mencapai pengembangan inovasi dan novelty. Pasalnya berbagai fakta tentang pendidikan bahasa Arab dapat dihubungkan dengan banyak hal.
Prof. Dr. Sugeng Sugiyono M.A., menyambung bahwa tema penelitian itu tidak perlu dipetakan setiap tahun, tidak perlu dikelompokan per generasi, karena keilmuan berkembang secara Bersama-sama. Hanya saja prodi harus mengendalikan agar tema penelitian tidak menumpuk di tema tertentu. Prodi juga bisa menguraikan kondisi dan harapan agar tema penelitian tidak keluar dari bidang yang digeluti. Hal ini bisa lepas dari paying besar prodi, yaitu visi Lembaga dan visi keilmuan.
Masukan berikutnya dari dari Dr, Hisyam Zaini, MA. Selaku sekretaris Dewan Pertimbangan Akademik. Beliau mengomentari roadmap dari kacamakareditasi. Bahwasanya sebuah roadmap harus memiliki terminal atau ujung untuk dapat dikenang. Prodi PBA S3 dapat mengambil celah untuk menspesifikasikan tema tertentu. Hal itu dapat diciptakan lewat roadmap penelitian yang disusun. Untuk dapat sampai ke terminal memerlukan jalan yang dalam hal ini melalui roadmap penelitian. Dengan demikian, dari tahun pertama ke tahun berikutnya harus jelas agar bisa sampai pada kekhasan yang ditargetkan tersebut.
Selanjutnya beliau memberi masukan terkait misi prodi. Bahwasanya menemukan teori adalah hal yang besar yang hanya bisa dilakukan oleh segelintir orang yang mewakafkan hidup untuk itu. Disertasi tidak semuanya dituntut menemukan teori, tetapi novelty berupa sisipan-sisipan dari teori. Untuk itu, visi prodi dapat ditinjau ulang tanpa perlu membahasakan melahirkan teori baru. Sementara terkait bentuk PkM, bahwasanya selain HAKI sains, teknologi, dan seni tidak masuk ke dalam penilaian karena dianggap tidak melahirkan sesuatu yang baru.
Dr. Tulus Musthofa adalah anggota Dewan Pertimbangan Akademik berikutnya yang juga memberikan masukan terkait draft roadmap penelitian dan PkM yang telah disusun oleh Prodi. Menurut beliau. Prodi PBA S3 berbeda dengan PBA S1 dan PBA S2, berbeda dengan Prodi S3 lainnya, dan berbeda pula dengan Prodi PBA S3 di kampus lain. Kekhasan tersebut dapat diciptakan melalui penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswanya. Prodi sudah menyusun roadmap dengan sangat baik, hanya saja tema terlihat sangat sempit yang sebetulnya dapat dipayungi oleh satu tema besar. Misalnya, madrasah, perguruan tinggi, pesantren, dan Pendidikan informal dapat berada di satu paying yaitu kebijakan bahasa. Begitu juga dengan bahasa Arab untuk anak kebutuhan khusus penting, tetapi bagi jenjang S3 lebih penting lagi bahasa Arab untuk tujuan khusus. Misalnya untuk bekerja sebagai diploma, tenaga kerja, ekonom, bisnis, dan lain sebagainya. Adapun terjemah adalah keilmuan yang berdiri sendiri. Untuk itu sudah seharusnya dieliminir dari PBA. Adapun sosiolinguistik, antropolinguistik, dan sejenisnya bisa dijadikan sebagai sudut pandang untuk membidik ke-PBA-an.
Kaprodi menyampaikan terima kasih yang tiada terkira atas perkenannya Dewan Pertimbangan Akademik menyisihkan waktu dan menyumbang pikiran untuk kegiatan tersebut. Prodi siap merevisi roadmap yang disusun berdasarkan masukan Dewan pertimbangan Akademik. Semoga Roadmap penelitian dan PkM yang prodi susun dengan jerih payah dan berdarah-darah dapat menjadi pedoman bagi dosen dan mahasiswa sehingga dapat menghasilkan penelitian dan PkM yang berkontribusi nyata di kancah lokal, regional, maupun internasional.