KONFERENSI NASIONAL INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA ARAB
.png)
Selasa (5/12/23) Konferensi Nasional Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab diselenggarakan secara virtual oleh Prodi PBA S3 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga. Prof. Dr. Sri Sumarni, M.Pd., selaku Dekan FITK memberikan sambutans ekaligus emmbukan kegiatan konferensi secara resmi. Konferensi Nasional ini terdiri atas 2 sesi yang meliputi presentasi dari narasumber pakar dan presentasi dari 26 pemakalah dari berbagai universitas yang telah mendaftar dan diseleksi.
Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab berbasis Pedagogik Reflektif adalah tema yang diangkat oleh Guru besar Bahasa Arab UPI Bandung tersebut. Paparan yang bersifat filosofis dan konseptual ini diharapkan dapat dijabarkan menjadi lebih operasional dalam karya disertasi melalui kegiatan eksperimen maupun pengembangan model.
Sejumlah tantangan untuk pembelajaran bahasa Arab dan pengajaran nilai-nilai untuk generasi milenial. Kosakata maksimal yang dikuasai oleh anak-anak arab sekitar 3000 kata dan itu bahasa Amiyah, sedangkan generasi di Barat menguasai 16 ribu kota kata fusha sebelum memasuki fase sekolah. Generasi arab saat ini menganggap bahasa Arab Fusha sebagai bahasa asing. Sangat riskan, generasi digital ini kuat duduk berlama-lama di hadapan layar, tetapi tidak cukup mampu untuk membaca artikel jurnal. Cara bersosialisasi generasi digital adalah dengan mengklik link, like di media social. Tetapi cukup sedikit yang mampu untuk menyampaikan berita yang benar, diskusi ilmiah, dan kegiatan positif lainnya. Generasi saat ini sudah terprogram untuk mendapatkan informasi yang instan. Adapun pengkajian hal mendalam cukup memberatkan bagi mereka.
Hasil penelitian terkait pengajaran di Indonesia tingkat menengah atas di Indonesia juga cukup miris. Realita 77% siswa di Indonesia tidak tertarik dengan bahasa Arab, pengajaran bahasa Arab di Indonesia tidak berkembang, support yang diberikan oleh para birokrat untuk pengajaran bahasa Arab sangat minim. Saat ini kita mengalami pergeseran peran pendidik, baik guru mapun dosen. Dulu dosen dianggap sebagai sumber belajar, sumber kebenaran, manajer di depan kelas; lain halnya dengan saat ini mahasiswa dapat belajar melalui google, Artificial Intelligence, dan lain sebagainya. Internalisasi nilai-nilai karakter, spiritual, dan kemanusiaan adalah hal yang harus menjadi perhatian seorang pendidik di era ini. Pendidikan memberikan keteladanan, menampilkan diri sebagai pemimpin dan penggerak.
Pover mengatakan bahwa kita bukan sebagai mahasiswa untuk sebuah mata kuliah, tetapi kita mahasiswa untuk masalah yang bisa jadi bertitik potong atau melintasi batas mata kuliah tersebut atau disiplin lain. Pendekatan ini disebut dengan interdisipliner, yaitu terjadi interaksi antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lain. Adapun transdisipliner adalah bidang ilmu yang sudah bercampur menjadis ebi=uah kesatuan bidang ilmu, seperti linguistik terapan, linguistic klinis.
Pendidik yang ideal di era ini adalah pendidik perekayasa, perencana, riset, dan publikasi yang sangat dimungkinkan menghasilkan novelty. Publikasi memancing diskusi dari berbagai pihak dan sebagai indikasi bahwa yang bersangkutan sudah memahami bidang yang ditulisnya. Kegiatan pedagogi reflektif kegiatan pembelajaran harus mulai dari mengalami, melakukan konseptualisasi, melakukan analisis, dan melakukan refleksi.
Linguistik entrepreneurship merupakan konsep penguasaan bahasa sebagai kewajiban individu dan kewajiban moral untuk mendapatkan manfaat yang materiil maupun simbolik. Dikembangkan berdasarkan pemikiran tendensi budaya, teori modal manusia, dan komodifikasi bahasa. Contoh, Amerika yang mendapatkan uang dari tes Toefl, Inggris mendapatkan income dari tes IELTS.
Narasumber berikutnya adalah Dr. Buhori Muslim, M.Ag., dosen bahasa Arab UIN ar Raniry Aceh yang mempresentasikan Pembelajaran berbasis Project dalam mewujudkan kemerdekaan peserta didik. Tema yang masih ada kaitannya dengan narasumber pertama, yakni implementatif inovasi dalam bidang filosofis yang disampaikan oleh Dosen S3 Linguistik UPI Bandung tersebut.
Adapun narasumber ketiga adalah Dr. Dewi Chamidah, M.Pd., Dosen Bahasa Arab UIN Malang yang mengupas substansi linguistic bagaimana melakukan inovasi dalam mengkaji dan memahami makna beberapa lafadz yang terdapat dalam hadits nabawi yang nantinya digunakan menjadi model metodologis.