KULIAH DOSEN TAMU تحديات فلسفة التربية الإسلامية في العصر الرقمي BERSAMA أ. د. عبد العزيز- أستاذ بالجامعة الدولية - في الرياض
Kuliah Dosen Tamu dengan tema "تحديات فلسفة التربية الإسلامية في العصر الرقمي"
Pada tanggal 9 November 2024, Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga mengadakan Kuliah Dosen Tamu dengan tema"تحديات فلسفة التربية الإسلامية في العصر الرقمي" (Tantangan Filosofi Pendidikan Islam di Era Digital), yang disampaikan oleh أ. د. عبد العزيز, seorang Profesor dari Universitas Internasional Riyadh. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih dalam tentang tantangan yang dihadapi dalam menerapkan filosofi pendidikan Islam di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang mempengaruhi kehidupan dan sistem pendidikan global.
Dalam kuliah ini, أ. د. عبد العزيز memulai dengan mengidentifikasi beberapa tantangan utama yang dihadapi pendidikan Islam di era digital, seperti pergeseran nilai-nilai, kecenderungan materialisme, dan dominasi teknologi yang kadang mengurangi kedalaman pembelajaran spiritual. Beliau menjelaskan bahwa meskipun teknologi digital dapat memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan, namun ada risiko bagi generasi muda yang semakin tergantung pada media digital, yang bisa mengarah pada penurunan kualitas pemahaman agama dan etika.
Selanjutnya, beliau menjelaskan bagaimana filosofi pendidikan Islam, yang berlandaskan pada nilai-nilai moral dan spiritual, harus tetap relevan dalam konteks modern. Menurut beliau, pendidikan Islam harus mampu mengintegrasikan teknologi secara bijak untuk memperkuat pendidikan karakter dan akhlak, dengan menekankan pentingnya keseimbangan antara dunia digital dan pengembangan diri yang lebih holistik. Di sinilah peran pendidik dan kurikulum Islam sangat penting untuk membimbing siswa dalam memahami peran mereka sebagai insan yang beradab dan bertanggung jawab dalam masyarakat digital.
Sebagai bagian dari kuliah, أ. د. عبد العزيز juga mengajak mahasiswa untuk berpikir kritis mengenai dampak digitalisasi terhadap interaksi sosial, komunikasi, dan kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan bahwa dalam menghadapi tantangan ini, umat Islam harus mampu memanfaatkan teknologi untuk tujuan yang bermanfaat, tanpa melupakan nilai-nilai moral dan agama yang menjadi dasar dalam pendidikan Islam.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang sangat interaktif, di mana mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan tentang bagaimana filosofi pendidikan Islam dapat diimplementasikan dalam pendidikan digital, serta bagaimana cara menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan pembelajaran agama. Kuliah ini memberikan banyak wawasan baru bagi mahasiswa dan diharapkan dapat menjadi kontribusi penting dalam memperkaya pemahaman mereka mengenai pendidikan Islam di era digital.