KULIAH DOSEN TAMU فلسفة اللغة والثقافة في تعليم اللغة العربية BERSAMA أ. د. عبد الرحمن بودرع

Pada tanggal 20 November 2024, Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Arab FITK UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan kuliah dosen tamu dengan tema "فلسفة اللغة والثقافة في تعليم اللغة العربية" (Filsafat Bahasa dan Budaya dalam Pengajaran Bahasa Arab) yang diampu oleh أ. د. عبد الرحمن بودرع, seorang ahli dalam bidang filosofi bahasa dan pengajaran bahasa Arab dari Maroko. Kuliah ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam mengenai hubungan antara bahasa dan budaya, serta bagaimana filosofi bahasa dapat mempengaruhi metode pengajaran bahasa Arab di berbagai belahan dunia.

Dalam kuliahnya, Dr. عبد الرحمن بودرع memulai dengan menjelaskan konsep dasar dari filsafat bahasa, yaitu bagaimana bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai cerminan dari budaya dan identitas. Beliau mengungkapkan bahwa dalam pengajaran bahasa Arab, sangat penting untuk memperhatikan aspek budaya yang melekat pada bahasa tersebut, karena tanpa pemahaman budaya, proses belajar bahasa akan terasa kurang lengkap. Hal ini membuka pemahaman baru bagi peserta mengenai pentingnya pendekatan holistik dalam pembelajaran bahasa Arab.

Selanjutnya, beliau menguraikan peran filosofi bahasa dalam pengajaran bahasa Arab, terutama dalam konteks globalisasi yang membawa dampak terhadap cara orang belajar bahasa. Menurut Dr. بودرع, pengajaran bahasa Arab harus mencakup lebih dari sekadar teknik berbahasa; harus ada pemahaman yang lebih dalam mengenai nilai-nilai budaya dan filsafat yang terkandung dalam bahasa tersebut. Pembelajaran bahasa Arab, terutama di luar dunia Arab, harus dilihat sebagai pintu gerbang untuk memahami pemikiran, sejarah, dan tradisi yang membentuk dunia Arab.

Dalam kuliah ini, Dr. عبد الرحمن بودرع juga membahas tantangan yang dihadapi dalam pengajaran bahasa Arab, khususnya dalam konteks pengajaran kepada penutur non-native. Beliau mengingatkan bahwa setiap bahasa memiliki struktur dan konvensi yang unik, yang perlu dipahami oleh pengajar untuk menghindari kesalahan dalam penyampaian materi. Salah satu tantangan terbesar adalah mengatasi perbedaan antara dialek-dialek yang ada di dunia Arab dan bahasa standar yang diajarkan dalam pendidikan formal.

Kuliah ini diakhiri dengan sesi diskusi yang sangat interaktif, di mana peserta kuliah mengajukan berbagai pertanyaan terkait implementasi filsafat bahasa dalam pengajaran bahasa Arab di negara-negara non-Arab. Dr. بودرع memberikan jawaban yang sangat mendalam dan aplikatif, mengajak peserta untuk berpikir lebih kritis tentang bagaimana filosofi bahasa dan budaya dapat disinergikan dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini berhasil memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dan peserta tentang pentingnya integrasi bahasa dan budaya dalam pengajaran bahasa Arab, serta relevansinya dalam konteks pendidikan global.