Sinergi Kampus dan Kementerian: FGD Dorong Optimalisasi Beasiswa Mahasiswa Magister dan Doktor
FGD Dorong Optimalisasi Beasiswa Mahasiswa Magister dan Doktor bersama Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag.
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Akses Beasiswa Mahasiswa Magister dan Doktor diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga pada Jumat, 17 April 2026. Bertempat di Ruang Rapat Dekan lantai 2, forum ini berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 16.30 WIB dengan menghadirkan narasumber utama Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag. selaku Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan penguatan akses pembiayaan pendidikan bagi mahasiswa jenjang magister dan doktor.
FGD dibuka oleh Dekan FITK, Prof. Dr. Sigit Purnama, S.Pd.I., M.Pd., yang menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam memperluas akses beasiswa. Ia menyampaikan bahwa kebutuhan akan dukungan pembiayaan pendidikan semakin meningkat, khususnya bagi mahasiswa pascasarjana yang memiliki potensi akademik unggul namun terkendala secara finansial. Melalui forum ini, diharapkan lahir formulasi kebijakan yang lebih responsif dan tepat sasaran.
Dalam paparannya, Dr. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag. menjelaskan berbagai skema beasiswa yang telah dan akan dikembangkan oleh Kementerian Agama, termasuk strategi perluasan akses dan peningkatan kualitas penerima beasiswa. Ia juga menyoroti pentingnya peran perguruan tinggi dalam melakukan pendampingan administratif dan akademik agar mahasiswa dapat mengakses peluang beasiswa secara optimal. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan beasiswa menjadi aspek yang terus diperkuat.
Diskusi berlangsung dinamis dengan melibatkan pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris program studi magister dan doktor, serta para dosen dari berbagai bidang. Para peserta memberikan berbagai masukan terkait kendala yang dihadapi mahasiswa dalam mengakses beasiswa, mulai dari aspek informasi, persyaratan administratif, hingga kesiapan akademik. Melalui FGD ini, diharapkan terbangun rekomendasi konkret dalam rangka penguatan akses beasiswa yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Hasil diskusi akan menjadi bahan pertimbangan bagi pihak fakultas maupun kementerian dalam merumuskan kebijakan strategis ke depan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan tinggi yang lebih luas dan merata.