WARTA FORUM SILATURAHIM DAN PENGEMBANGAN PRODI PBA

WARTA FORUM SILATURAHIM DAN PENGEMBANGAN PRODI PBA
Prodi PBA S3 terus melakukan berbagai terobosan sebagai upaya untuk menjadi prodi yang unggul dan mampu menelurkan mahasiswa yang berkualitas. Salah satu jalan yang ditempuh adalah melakukan meeting secara virtual yang diikuti oleh semua dosen yang mengajar di Pendidikan Bahasa Arab FITK UIN Sunan Kalijaga, baik itu S1, S2, maupun S3. Beberapa dosen S3 seperti Prof. Dr. Syihabuddin al Qalyubi, Lc., M.Ag. dan Dr. Hisyam Zaini adalah dosen Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Ilmu Budaya yang juga mengampu di PBA S3. Begitu juga dengan Prof. Dr. Syamsul Hadi, S.U., M.A. dan Dr. Ali Abdul Mun’im, M.A. yang merupakan dosen luar instansi tetapi mendapat amanah untuk menebar ilmu dan motivasi sebagai pengampu mata kuliah di PBA S3.
Forum yang dikemas secara santai dengan tema “Forum Silaturahim dan Pengembangan Prodi PBA” dilaksanakan pada Selasa, 14 September 2021 pada pukul 19.45 dengan diawali oleh sambutan dari Dr. Hj. R. Umi Baroroh, selaku kaprodi PBA S3. Beliau menyampaikan bahwa forum tersebut dimaksudkan menghimpun energi dan kekuatan untuk memberikan pengabdian terbaik bagi Pendidikan Bahasa Arab. Pengabdian yang terarah selain menunjang akreditasi Prodi juga dapat menjadi amal baik sebagai bekal di akhirat. Prodi dengan pengabdian terbaiknya diharapkan mampu mencetak mahasiswa dengan pemikiran dan karya nyata yang ditelurkannya untuk perkembangan PBA. Prodi juga harus mampu membuktikan bahwa Bahasa Arab tidak melahirkan teroris sebagaimana isu yang akhir-akhir ini naik ke permukaan. Tetapi Prodi harus membuktikan bahwa Bahasa Arab mampu memberikan sumbangsih bagi bangsa dan negara.
Sambutan dari kaprodi disusul dengan berbagai saran dan masukan dari para peserta yang hadir dalam forum tersebut. Salah satunya Drs. Adzfar Ammar. Dosen PBA S1 yang telah purna tugas yang menyambut antusias kegiatan tersebut. Beliau menuturkan bahwa semakin bertambah usianya semakin bertambah pula kecintaannya terhadap Bahasa Arab. Rasa ingin tahunya terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Bahasa Arab menjelma menjadi dahaga yang sulit terpuaskan.
Ungkapan lain tentang peran bahasa Arab disampaikan oleh Dr. Hisyam Zaini, bahwa Metode Baghdadiyah yang diciptakan ratusan tahun lalu masih banyak digunakan sampai saat ini.Tidak ada salahnya kita menengok bagaimana besarnya pengaruh ilmuwan muslim pada masa awal sampai abad pertengahan. Namun, selain itu kita juga harus menelisik bagaimana pembelajaran Bahasa Arab Modern. Dengan demikian, diharapkan banyaknya penelitian yang dilakukan oleh akademisi PBA bukan hanya berhenti di kesimpulan, tetapi mampu dibumikan.
Senada dengan Dr. H. Tulus Musthofa, M.A. yang menyampaikan bahwa Bahasa Arab harus diperjuangkan. Selain mengandalkan kebijakan para pemilik kebijakan yang ada instansi, bisa dilakukan dengan menghimpun kekuatan dari sesama dosen yang mengajar di bidang yang sama. Diam tidak akan memberikan kemajuan sekecil apapun. Untuk itu, bergeraklah untuk kemajuan Pendidikan Bahasa Arab sejauh mana kita mampu.
Dr. Ali Abdul Mun’im menyambut baik apa yang dilakukan oleh prodi. Kegiatan dapat dikemas lebih baik dan berkelanjutan dengan penunjukan koordinator, fasilitator, dan pelaksanaan brainstorming. Selain itu, sesorang yang mengetik dengan cepat dilayar menuliskan berbagai ide yang mengalir dalam bentuk mind map sangat mendukung suksesnya kegiatan tersebut. Pengembangan yang dimkasud dapat dibatasi dengan mempertimbangkan pada maksud, niat, nilai dasar, cara merealisasikan, dan dampaknya.
Penulis: Ira Nurhasanah, M.Pd.