KULIAH DOSEN TAMU SERI KE-3 MENYULAM LINGUISTIK TERAPAN

Prodi PBA S3 FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Kuliah Dosen Tamu Seri ke-3 untuk mata kuliah Ittijāhāt fī al Lugawiyyāt al Taţbīqiyyāh dengan mendapuk langsung Dr. Hisyam Zaini, M.A.pengampu mata kuliah sebagai pengantar sebelum dosen tamu mengisi perkuliahan. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Kuliah Dosen Tamu Seri ke-2 yang telah dilaksanakan pada hari Senin, 1 November 2021. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dilakukan secara virtual, sehingga siapapun diharapkan bisa memetik manfaat.

Kegiatan yang diselenggarakan tepat dengan Hari Pahlawan tersebut mengusung tema “Linguistik Terapan:Tantangan dan Peluang dalam Pengembangan Pendidikan Bahasa Arab”. Dalam usaha mengupas tema tersebut, Dr.Hisyam Zaini mengatakan bahwa Linguistik Arab memiliki karakteristik khusus serta tradisi dan perjalanan yang sangat Panjang. Ketika Linguistik Yunani dalam sejarahnya terputus, tetapi Linguistik Arab terus mengalami perkembangan. Sementara linguistic modern baru dimulai sejak Ferdinand De Seassure.

Jika melihat sepintas, linguistik terapan seperti diabaikan oleh bangsa Arab sendiri. Tetapi jika ditelisik lebih jauh hal itu sudah mendapat perhatian sejak zaman Arab klasik, hanya saja tidak dijadikan judul buku tersendiri. Linguistik terapan ditemukan dalam bentuk bab dari buku tertentu. Sebenarnya di Indonesia pun sangat sedikit yang mengkaji tentang linguistik terapan. Hal tersebut bisa menjadi lahan bagi mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab atau siapapun yang tertarik mengkaji bahasa untuk menelisik dan menulis lebih jauh tentang linguistik terapan.

Di belahan dunia Arab, linguistik terapan sudah pernah ditulis oleh Al-Jahiz, seorang ahli bahasa yang lahir di Basrah pada tahun 155 H. Al-Jahiz telah menulis banyak karya terkait dengan: psikolinguistik, sosiolinguistik, terjemah, pembelajaran bahasa, linguistic kontrastif, error analysis, kosa kata yang banyak digunakan sehari-hari, tata bahasa terapan, dan lain-lain. Karena itulah beliau dianggap sebagai pelopor linguistik terapan bukan hanya di Arab, tetapi di dunia. Al-Jahiz memiliki uraian yang detail tentang analisis kesalahan ucap dan menguraikan solusinya yang termaktub dalam buku Al-Bayaan al-Tabyiin. Menurut al-Jahiz, bayi dari suku manapun belajar bahasa dengan metode yang sama. Fonem yang paling mudah dipelajari oleh bayi adalah bilabial. Anak-anak cenderung lebih mudah belajar bahasa dibandingkan orang dewasa. Sehingga tidak heran muncul sebuah pepatah “belajarlah bahasa seperti melihat anak-anak belajar”

Para ahli juga menemukan bahwa linguis Arab klasik telah mengungkap kesulitan-kesulitan belajar dan pembelajaran bunyi Bahasa. Ada 3 problem yang dialami oleh pembelahar Bahasa Arab; Pertama ayyun, artinya mampu untuk berbicara tetapi tidak bisa menjelaskan maknanya; kedua, hashrun, tidak bisa mengucapkan; ketiga, lutghatun, tidak bisa mengucapkan fonem tertentu.

Sejauh ini pembelajaran Bahasa Arab tradisional di Indonesia dijumpai dalam bentuk sorogan dan bandongan. Sementara pembelajaran Bahasa Arab modern dijumpii dalam bentuk direck methode. Pembelajaran berbasis internet akan mendominasi pembelajaran die ra 4.0. Walau demikian, Sebagian masih mempertahankan metode tradisional karena dianggap memiliki keunggulan tertentu.