Workshop Review RPS Berbasis OBE
Prodi PBA S3 FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Workshop Review RPS TA 2022/2023 bertajuk RPS Berbasis OBE untuk jenjang S3 dengan narasumber Dr. Syamsul Arifin, M.T. (Tim Ahli Kurikulum Belmawa - DIKTI- DikbudRistek, Member of Association for educational communications and technology ( AECT); dan dosen tetap ITS Surabaya). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Dekan FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Hj. Sri Sumarni, M.Pd.
Beliau menyampaikan dalam sambutannya bahwa RPS merupakan perangkat pembelajaran yang sangat penting yang dibreakdown dari Profile dan CPL. Prodi PBA S3 sebagai prodi yang relative baru diharapkan mampu mendapatkan rekognisi di dunia internasional, baik itu di tingkat asia tenggara maupun di dunia timur tengah. Kuliah dosen tamu adalah sebuah kegiatan dengan menghadirkan dosen tamu dari luar negeri, terutama timur tengah untuk memberikan warna. Harapannya lulusan PBA S3 nanti harus bisa bekerja berkolaborasi dengan para doktor di tingkat internasional.
Untuk itu diperlukan RPS yang disusun secara maksimal dan professional oleh dosen pengampu mata kuliah. Sederhananya tujuan dari disusunnya RPS adalah agar hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari, hari esok lebih baik dari hari ini. Apa yang tertuang dalam RPS harus bersifat operasional sehingga apa yang ditulis dapat dikerjakan, dan sebaliknya apa yang dikerjakan dituliskan.
Efektivitas sebuat RPS untuk mencapai CPL maupun CPMK biasanta akan diaudit secara berkala oleh LPM dalam Audit Mutu Internal. RPS yang didesain oleh dosen pengampu tersebut akan diebaluasi dan kemudian direvisi berdasarkan hasil audit. RPS dibuat berdasarkan kurikulum yang digunakan. Dr. Syamsul Arifin, M.T. menyampaikan secara komprehensif terkait cara mendesai RPS berbasis OBE untuk jenjang S3. Menurut beliau, berbagai kompetensi yang tertuang dalam RPS harus dapat didemonstrasikan oleh mahasiswa dan dapat diukur oleh dosen melalui instrument penilaian. Capaian yang ideal untuk jengjang doktor adalah berbasis pengembangan IPTEK dan seni dalam rangka menyelesangkai masalah dengan pendekatan riset. Dengan demikian, capaian untuk jenjang doktor berupa hasil riset yang terpublikasi di artikel bereputasi dan mendatangkan kebermanfaatan bagi masyarakat berupa kontribusi yang nyata.
RPS sebaiknya disusun dengan membuat desainnya terlebih dahulu sebagaimana halnya membangun rumah. RPS dibuat dimulai dengan identifikasi CPL; analisis kebutuhan; analisis pembelajaran; merumuskan kinerja hasil belajar yang tercermin dalam indicator dan kriteria penilaian; mengembangkan instrument penilaian dan rencana evaluasi; mengembangkan bentuk metode dan strategi dengan Menyusun RPS, mengembangkan materi ; dan implementasi. Jika sudah berhasil disusun, RPS dapat dilakukan update referensis ecara berkala.
Implementasi kurikulum berbasis OBE bisa dimulai dari penataan pada system informasi akademik, penyusunan RPS berbasis OBE yang di dalamnya terdapat sintask yang terlihat dengan jelas, dan negosiasi dengan dosen pengampu mata kuliah untuk bermigrasi menggunakan system penilaian berbasis OBE.
Menanggapi hal tersebut Prof Dr. Sri Sumarni M.Pd. membagikan terkait konsep I CARE yang merupakan kepanjangan dari Introdunction, bagaimana mendalami mesalah, mengkaji penyebab masalah serta penyebab dari penyebab masalah tersebut; Connecton, menghubungkan permasalahan yang ada dengan teori; Action, mengimplementasikan; Relevan, mengkajis ecara terus menerus; dan extension, tindak lanjut.
RPS pada hakikatnya bukan hanya sebagai pedomana bagi dosen untuk mengajar, tetapi juga sebagai pedoman bagi mahasiswa untuk belajar. Drngan demikian akan memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk memperbaiki berbagai capaian yang belum dapat dicapainya dalam jangka waktu tertentu. Begitu juga dengan system penilaian yang didesai dalam RPS berbasis OBE adalah system penilaian yang edukatif yang mampu melecut semangat belajar mahasiswa. Untuk melakukan itu diperlukan kebijakan universitas, diterjemahkan oleh kebijakan mutu, standar mutu, lalu tertuang secara komprehensif dalam SOP.