Kuliah Dosen Tamu Luar Negeri Seri Ke-3 Al Tiknūlujiyā wa al Raqmanah fī Ta`līm al Lugah al Arabiyyah

Prodi PBA S3 FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu Luar Negeri Seri Ketiga secara virtual pada Rabu, 12 Oktober 2022 untuk mata kuliah Al Tiknūlujiyā wa al Raqmanah fī Ta`līm al Lugah al Arabiyyah atau “Teknologi dan Digitalisasi dalam Pengajaran Bahasa Arab”. Prof. Dr. Muhammad Shabri bin Shahrir seorang guru besar di International Islamic University Malaysia yang sudah menciptakan berbagai aplikasi untuk pembelajaran didapun sebagai dosen tamu dalam kegiatan tersebut.

Salah satu dari kegiatan ini adalah memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk tampil di forum internasional, mengasah mental, keberanian, dan kemampuan bahasa Arab. Untuk itu, kegiatan dosen tamu series ini langsung dimoderatori oleh mahasiswa yang mengambil mata kuliah pada semester tersebut secara bergiliran. Tujuan lainnya adalah untuk memberikan pengalaman dan transfer ilmu [pengetahuan yang lebih kaya kepada mahasiswa. Dengan demikian, selain mendapatkan teori dan pengalaman dari dua dosen yang mengampu mata kuliah secara team teaching, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk memetic ilmu dari dosen luar negeri, dalam hal ini dari Malaysia. Selain mahasiswa Prodi PBA S3, kegiatan ini juga dihadiri oleh para mahasiswa dan guru dari berbagai jenjang dan instansi, terutama dari prodi PBA dari berbagai PTKIN di Indonesia seperti UIN Ar-Raniry Aceh, UIN Alauddin, UIN Maulana Hasanuddin Banten, UIN Salatiga, dan lain sebagainya.

Adapun yang disampaikan oleh narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain: 1) Urgensi penguasaan bahasa Arab; 2) Pengajaran bahasa Arab di Asia Tenggara; 3) Kedudukan bahasa Arab di dunia internasional; 4) Pembelajaran bahasa dengan bantuan gadget dan computer; 5) Berbagai teknologi pembelajaran dan digitalisasi.

Teknologi penting untuk dipelajari dan dikuasai. Karena teknologi dan digitalisasi di era 4.0 merupakan sebuah kebutuhan. Begitu juga dengan pembelajaran bahasa Arab yang tidak lepas dengan keduanya dan sudah cukup berkembang. Sudah Sepatutnya kita mengambil peran dalam perkembangan teknologi pembelajaran bahasa Arab tersebut dan memberi manfaat secara global.