Seminar Nasional Virual 2022 Menghadirkan Inovasi Berbagai Sisi

Sebagai penutup kegiatan non perkuliahan akhir tahun dan sebagai ajang bagi mahasiswa untuk mempresentasikan berbagai hal yang didapatkan selama perkuliahan, Prodi PBA S3 FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Nasional Virtual dengan tema “Inovasi Pembelajaran di Indonesia Tahun 2022” yang dibuka langsug secara resmi oleh Prof. Dr. Sri Sumarni, M.Pd., selaku Dekan.

Adapun yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain: Dr. Zuhriah, S.S., M.Hum., Dosen Universitas Hasanuddin Makassar; Dr. Dailatus Syamsiyah, M.Ag., Sekprodi PBA S2 FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; dan Dr. Rohmatun Lukluk Isnaini, M.Pd.I., Dosen Pendidikan Bahasa Arab FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ketiganya menyampaikan makala masing-masing pada Seminar Nasional Sesi Pertama.

Dr. Zuhriah adalah narasumber pertama yang enyeroti inovasi pembelajaran bahasa Arab dari perspektif teknologi. Beberapa poin yang disampaikan beliau antara lain: 1) Penggunaan teknologi informasi sudah sangat berkembang yang harus diimbangi dengan inovasi dalam pembelajaran, termasuk dalam hal belajar bahasa Arab; 2) Tingginya pengguna smartphone di Indonesia dengan usia mayoritas 20 sampai dengan 29 tahun. Dalam usia tersebutlah mereka mengenyam Pendidikan tinggi; 3) Pembuatan aplikasi yang menunjang pembelajaran bahasa Arab dirasa akan sangat bermanfaat karena didukung oleh ketersediaan internet dan smartphone; 4) Arabicapp merupakan aplikasi yang dirancang untuk mengidentifikasi verba arab dengan menerapkan aturan tata bahasa Arab dan tagmemic; 5) Unit dasar dari grammar adalah tagmem yang merupakan bagian dari suatu konstruksi gramatikal yang memiliki 4 jenis, yaitu slot, klas, peran, dan kohesi; 6) lebih khusus dalam kata kerja, ketika mengetikan sebuah kalimat dalam aplikasi tersebut , maka kata kerja tersebut akan muncul dengan berbagai penjelasannya; 7)Cara menggunakan aplikasi ini cukup dengan aksen link, lalu menginput kata tidak menggunakan harakat, klik tombol enter, lalu akan muncul penjelasan mengenai verba tersebut, jenisnyam dan mengurai berdasarkan tagmem pembentuknya.

Adapun narasumber yang diberi kesempatan kedua menyampaikan makalah adalah Dr. Dailatus Syamsiyah dengan judul makalanya “Mental Training sebagai Strategi Belajar Kalam”. Beberapa poin penting yang disampaikan sang narasumber antara lain: 1) Mental training mungkin sudah digunakan banyak orang, tetapi masih sedikit yang menyadari bahwa hal itu cukup efektif terutama untuk pembelajar bahasa kedua dan dewasa; 2) Strategi mental training untuk pembelajar bahasa Arab yang sudah paham kaidah ; 3) Mahasiswa yang berasal dari pesantren tradisional memiliki penguasaan kaidah yang bagus, memahamibacaan dengan baik, dan menulis sesuai kaidah; sebaliknya mereka yang berasal dari pesantren modern sangat exelent di bidang kalam, tetapi kesulitan ketika diminta untuk menulis sesuai gramatika yang tepat; 4) Faktpr eksternal adalah penguasaan terhadap kaidah bahasa dan factor internal adalah kondisi kejiwaan dari individu yang bersangkutan yang membuat seseorang tidak excellent dalam berbicara; 5) salah satu problem sulitnya memprodukasi ujaran bahasa Arab karena adanya hipotesis monitor; 6) Dalam diri setiap orang ada motivasi, percara diri, dan rasa takut yang semuanya merupakan penyaring apektif yang sangat dominan dalam memproduksi ujaran ; 7) LAD yang menurut Chomsky sangat penting karena tidak mugkin manusia mempelajarai bahasa yang sangat kompleks tanpa ada piranti yang khusus menangani hal tersebut, piranti yang secara fisikal tidak ada; 8) Pernyataan Gonzales tentang Mental Warior yang pengaruhnya sangat besar untuk memberikan kemenangan bari seorang atlet; 9) Menurut Neurolog, otak akan mengkap imajinasi maupun kejadian factual dalam bentuk yang sama. Artinya apa yang diimajinasikan dan divisualikasikan ketika mendapat stimulus makan akan dipanggil oleh otak lalu diinternalisasikan.

Adapun Dr. Rohmatun Lukluk Isnaini sebagai narasumber yang ketiga membidik sesuatu yang lain dari inovasi pembelajaran bahasa Arab, yaitu Pembelajaran Berbasis Research. Ada beberapa hal yang disampaikan oleh beliau , antara lain: 1) Learning innovation adalah ide, gagasan baru yang dapat mendorong terjadinya pembelajaran berbasis riset yang lebih baik dan tepat guna, bagaimana riset tersebut dapat berdaya guna secara real dan memberikan manfaat seluas-luasnya; 2) Inovasi adalah sebuah perubahan dari paradigma lama ke paradigma baru yang mampu dijadikan sebagai problem solving yang lebih efektif; 3) Duplikasi adalah problem yang ditemukan dalam riset yang bisa dilacak dari kesamaan judul dan perbandingan konten; 3) Pencegahan Tindakan duplikasi dapat dilakukan dengan pendekatan proses dalam penulisan karya ilmiah yang meliputi mengembalikan draft, menunjukan sumber asli dan membatalkan naskah; 4) Hasil pembelajaran di kelas dapat dituangkan dalam bentuk paper yang bisa disebarkan ;lebih luas dan memberikan manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat; 5) Kebermanfaatan paper salah satunya bisa dilihat melalui sitasi, lalu ditujukan ke market atau stakeholder; 6) Branding dan ekosistem perlu dibangun agar dapat sampai pada sebuah inovasi; 6) Pembelajaran berbasis Research berimplikasi pada pembelajaran yang tidak hanya terfokus di ruang kelas, tetapi dilanjutkan dengan Tindakan observasi di lapangan.

Setelah 3 narasumber menyampaikan materi secara panel dilanjutkan dengan tanya jawab yang dimoderatori oleh Muhammad Yusuf, Mahasiswa Prodi PBA S3 FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Seminar Nasional Virtual sesi pertama ini berakhir pada jam 11.30 dan akan dilanjutkan dengan penyampaian makalah oleh 5 presenter pada jam 13.00 WIB yang juga disampaikan secara panel.