MENGUPAS KERANGKA-KERANGKA REFERENSIAL UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA ASING

Yogyakarta (26/6) Program Doktor Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tak henti-hentinya gelar webinar internasional sebagai bentuk penguatan kapasitas intelektual-akademik mahasiswa dan dosen. Webinar sesi ini diisi oleh Dr. Islam Yousry. Dosen di Fatih Sultan Mehmet Vakif Universitesi Istanbul Turkey. Dimoderatori oleh Ridwan Syahrun, M.Pd dan dibuka oleh Prof. Dr. Tulus Musthofa, Lc.,M.A.

Dalam kuliah virtualnya, Doktor Yousry memaparkan kerangka-kerangka referensial untuk pengajaran bahasa asing. Salah satunya adalah Common European Framework of Reference for Languages atau CEFR. Sebuah panduan yang digunakan untuk mendeskripsikan pencapaian pembelajar bahasa asing di seluruh Eropa dan kini kian meningkat di berbagai negara belahan dunia. Sosok dosen yang memiliki spesifikasi dalam bidang pengajaran bahasa bagi penutur asing ini juga mendeskripsikan bahwa CEFR membagi peserta didik menjadi tiga divisi besar; A (Basic User), B (Independent User), dan C (Proficient User). Masing-masing dapat dibagi lagi menjadi dua tingkat; A1 (Breakthrough), A2 (Waystage), B1 (Threshold), B2 (Vantage), C1 (Advanced), C2 (Mastery); untuk setiap level dapat menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang pembelajar terutama untuk meningkatkan kemampuan reseptif dan produktif berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis). Misal dalam level A1 (Breakthrough) atau level paling dasar, peserta didik minimal dapat memahami dan menggunakan frasa dasar dalam ekspresi sehari-hari untuk kebutuhan tertentu. Peserta didik juga dapat memperkenalkan diri dan orang lain serta dapat bertanya dan menjawab pertanyaan tentang detail pribadi. Peserta didik juga dapat berinteraksi dengan cara yang sederhana asalkan komunikan berbicara secara perlahan dan jelas. Demikian sekedar contoh dalam level A1 dan masih banyak lagi hingga level C2 (Mastery).

CEFR juga dimaksudkan untuk memudahkan institusi pendidikan dan pemberi kerja guna mengevaluasi kualifikasi bahasa kandidat untuk penerimaan pendidikan atau pekerjaan. Tujuan utamanya adalah menyediakan metode pembelajaran, pengajaran, dan asesmen yang berlaku untuk semua bahasa di Eropa. Sehingga perihal ini sangat penting untuk proyeksi metodologi pembelajaran bahasa Arab di Eropa dan negara lain. Karena memang bahasa Arab sudah memasuki wilayah politik dan diplomasi, tidak sekedar entitas budaya dan mitologi normatif.

Genap kurang lebih dua jam webinar berlangsung dan diakhiri dengan sesi tanya jawab peserta dengan narasumber (-).

Penulis: Wahyu Hanafi Putra, M.Pd. (Mahasiswa Prodi PBA S3)